Jumat, 01 Maret 2013

HUKUM DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI


TUGAS HUKUM DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI
MAKALAH TENTANG PERANAN HUKUM DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA


BAB I

I.1  Pendahuluan
           Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti sebagai bagian integral dari sistem yang membentuk suatu organisasi. Oleh karena itu, dalam bidang kajian psikologi, para praktisi SDM harus mengambil penjurusan industri dan organisasi.
         Sebagai ilmu, SDM dipelajari dalam manajemen sumber daya manusia atau (MSDM). Dalam bidang ilmu ini, terjadi sintesa antara ilmu manajemen dan psikologi. Mengingat struktur SDM dalam industri-organisasi dipelajari oleh ilmu manajemen, sementara manusia-nya sebagai subyek pelaku adalah bidang kajian ilmu psikologi.

II.2  Latar Belakang Masalah
       Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau Human Capital. Di sini SDM dilihat bukan sekedar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan (bandingkan dengan portfolio investasi) dan juga bukan sebaliknya sebagai liability (beban,cost). Di sini perspektif SDM sebagai investasi bagi institusi atau organisasi lebih mengemuka
        Generasi muda Indonesia jangan merasa kalah dengan bangsa asing. Dengan level kualitas yang dimiliki, generasi muda Tanah Air memiliki kualitas yang hampir sama dan mampu bersaing di level internasional.

       Hanya saja, terkadang generasi muda Indonesia memiliki kelemahan dalam tiga hal: komunikasi dalam Bahasa Inggris, inovatif dan jiwa kewirausahaan, dan terakhir soft skill yang mencakup penilaian terhadap kemampuan diri sendiri.
       Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.
Andrew E. Sikula (1981;145) mengemukakan bahwa:
“Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berinteraksi dengan rencana organisasi”.
George Milkovich dan Paul C. Nystrom (Dale Yoder, 1981:173) mendefinisikan bahwa:
“Perencanaan tenaga kerja adalah proses peramalan, pengembangan, pengimplementasian dan pengontrolan yang menjamin perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai, penempatan pegawai secara benar, waktu yang tepat, yang secara otomatis lebih bermanfaat”.
         Perencanaan SDM merupakan proses analisis dan identifikasi tersedianya kebutuhan akan sumber daya manusia sehingga organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya.

I.3 Sistematika Penulisan
            Penulisan hukum ini terdiri dari 3 (Tiga) bab, dan masing-masing bab dari sub-sub bab. Adapun susunannya :
BAB I                    :           Pada bab ini dipaparkan mengenai latar belakang penulisan makalah serta sistematika penulisan
BAB II                      :           Pada bab ini dijelaskan secara rinci mengenai peranan hokum           dalam proses pengelolaan sumber daya manusia.
BAB III                      :           Pada bab ini dipaparkan kesimpulan dari permasalah yang telah       dibahas dalam bab kedua

  
BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Ruang Lingkup Sumber Daya Manusia
1.   Kepentingan Perencanaan SDM
Ada tiga kepentingan dalam perencanaan sumber daya manusia (SDM), yaitu:
      ·         Kepentingan Individu.
      ·         Kepentingan Organisasi
      ·         Kepentingan Nasional

2. Komponen-komponen Perencanaan SDM
Terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam perencanaan SDM, yaitu:
Tujuan
Perencanaan SDM harus mempunyai tujuan yang berdasarkan kepentingan individu, organisasi dan kepentingan nasional. Tujuan perencanaan SDM adalah menghubungkan SDM yang ada untuk kebutuhan perusahaan pada masa yang akan datang untuk menghindari mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
Perencanaan Organisasi
Perencanaan Organisasi merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mengadakan perubahan yang positif bagi perkembangan organisasi. Peramalan SDM dipengaruhi secara drastis oleh tingkat produksi. Tingkat produksi dari perusahaan penyedia (suplier) maupun pesaing dapat juga berpengaruh. Meramalkan SDM, perlu memperhitungkan perubahan teknologi, kondisi permintaan dan penawaran, dan perencanaan karir.
Kesimpulannya, PSDM memberikan petunjuk masa depan, menentukan dimana tenaga kerja diperoleh, kapan tenaga kerja dibutuhkan, dan pelatihan dan pengembangan jenis apa yang harus dimiliki tenaga kerja. Melalui rencana suksesi, jenjang karier tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan perorangan yang konsisten dengan kebutuhan suatu organisasi.
Syarat – syarat perencanaan SDM
      ·         Harus mengetahui secara jelas masalah yang akan direncanakannya.
      ·         Harus mampu mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM.
      ·         Harus mempunyai pengalaman luas tentang job analysis, organisasi dan situasi persediaan SDM.
      ·         Harus mampu membaca situasi SDM masa kini dan masa mendatang.
      ·         Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa depan.
      ·         Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan perburuhan pemerintah.

3. Proses perencanaan SDM
       Strategi SDM adalah alat yang digunakan untuk membantu organisasi untuk mengantisipasi dan mengatur penawaran dan permintaan SDM. Strategi SDM ini memberikan arah secara keseluruhan mengenai bagaimana kegiatan SDM akan dikembangkan dan dikelola.
      Pengembangan rencana SDM merupakan rencana jangka panjang. Contohnya, dalam perencanaan SDM suatu organisasi harus mempertimbangkan alokasi orang-orang pada tugasnya untuk jangka panjang tidak hanya enam bulan kedepan atau hanya untuk tahun kedepan. Alokasi ini membutuhkan pengetahuan untuk dapat meramal kemungkinan apa yang akan terjadi kelak seperti perluasan, pengurangan pengoperasian, dan perubahan teknologi yang dapat mempengaruhi organisasi tersebut.
Prosedur perencanaan SDM :
      ·         Menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM yang dibutuhkan.
      ·         Mengumpulkan data dan informasi tentang SDM.
      ·         Mengelompokkan data dan informasi serta menganalisisnya.
      ·         Memilih yang terbaik dari alternative yang ada menjadi rencana.
      ·         Menginformasikan rencana kepada para karyawan untuk direalisasikan.
          Metode PSDM ,dikenal atas metode nonilmiah dan metode ilmiah. Metode nonilmiah diartikan bahwa perencanaan SDM hanya didasarkan atas pengalaman, imajinasi, dan perkiraan-perkiraan dari perencanaanya saja. Rencana SDM semacam ini risikonya cukup besar, misalnya kualitas dan kuantitas tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Akibatnya timbul mismanajemen dan pemborosan yang merugikan perusahaan.
        Metode ilmiah diartikan bahwa PSDM dilakukan berdasarkan atas hasil analisis dari data, informasi, dan peramalan (forecasting) dari perencananya. Rencana SDM semacam ini risikonya relative kecil karena segala sesuatunya telah diperhitungkan terlebih dahulu.
 4. Pengevaluasian Rencana SDM
Jika perencanaan SDM dilakukan dengan baik, akan diperoleh keuntungan-keuntungan sebagai berikut:
Manajemen puncak memiliki pandangan yang lebih baik terhadap dimensi SDM atau terhadap keputusan-keputusan bisnisnya.
Biaya SDM menjadi lebih kecil karena manajemen dapat mengantisipasi ketidakseimbangan sebelum terjadi hal-hal yang dibayangkan sebelumnya yang lebih besar biayanya.
Tersedianya lebih banyak waktu untuk menempatkan yang berbakat karena kebutuhan dapat diantisipasi dan diketahui sebelum jumlah tenaga kerja yang sebenarnya dibutuhkan.
Adanya kesempatan yang lebih baik untuk melibatkan wanita dan golongan minoritas didalam rencana masa yang akan datang.
Pengembangan para manajer dapat dilaksanakan dengan lebih baik.


II.2 Kendala-kendala PSDM
1. Standar kemampuan SDM
Standar kemampuan SDM yang pasti belum ada, akibatnya informasi kemampuan SDM hanya berdasarkan ramalan-ramalan (prediksi) saja yang sifatnya subjektif. Hal ini menjadi kendala yang serius dalam PSDM untuk menghitung potensi SDM secara pasti.
2. Manusia (SDM) Mahluk Hidup
Manusia sebagai mahluk hidup tidak dapat dikuasai sepenuhnya seperti mesin. Hal ini menjadi kendala PSDM, karena itu sulit memperhitungkan segala sesuatunya dalam rencana. Misalnya, ia mampu tapi kurang mau melepaskan kemampuannya.
3. Situasi SDM
Persediaan, mutu, dan penyebaran penduduk yang kurang mendukung kebutuhan SDM perusahaan. Hal ini menjadi kendala proses PSDM yang baik dan benar
4. Kebijaksanaan Perburuhan Pemerintah
Kebijaksanaan perburuhan pemerintah, seperti kompensasi, jenis kelamin, WNA, dan kendala lain dalam PSDM untuk membuat rencana yang baik dan tepat.


II.3 Peramalan dalam SDM
            Peramalan (forecasting) menggunakan informasi masa lalu dan saat ini untuk mengidentifikasi kondisi masa depan yang diharapkan. Proyeksi untuk masa yang akan datang tentu saja ada unsur ketidaktepatan. Basanya orang yang berpengalaman mampu meramal cukup akurat terhadap benefit organisasi dalam rencana jangka panjang.
            Pendekatan-pendekatan untuk meramal SDM dapat dimulai dari perkiraan terbaik dari para manajer sampai pada simulasi komputer yang rumit. Asumsi yang sederhana mungkin cukup untuk jarak tertentu, tetapi jarak yang rumit akan diperlukan untuk yang lain.
Jangka waktu peramalan
Peramalan SDM harus dilakukan melalui tiga tahap: perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang.
Peramalan terhadap kebutuhan SDM (permintaan)
Penekanan utama dari peramalan SDM saat ini adalah meramalkan kebutuhan SDM organisasi atau permintaan kebutuhan akan SDM. Ramalan permintaan dapat berupa penilaian subjektif atau matematis.
Metode meramalkan permintaan, yaitu:
1. Metode penilaian terdiri dari:
a. Estimasi dapat top down atau bottom up, tetapi pada dasarnya yang berkepentingan ditanya “Berapa orang yang akan anda butuhkan tahun depan?”
b. Rules of thumb mempercayakan pedoman umum diterapkan pada situasi khusus dalam organisasi . Contoh; pedoman “one operations managers per five reporting supervisors” membantu dan meramalkan jumlah supervisor yang dibutuhkan dalam suatu divisi. Bagaimanapun, hal ini penting untuk menyesuaikan pedoman untuk mengetahui kebutuhan departemen yang sangat bervariasi.
      Teknik Delphi menggunakan input dari kelompok pakar. Opini pakar dicari dengan menggunakan kuesioner terpisah dalam situasi diramalkan. Opini pakar kemudian digabungkan dan dikembalikan kepada para pakar untuk opini tanpa nama yang kedua. Proses ini akana berlangsung beberapa pakar hingga pakar pada umumnya asetuju pada satu penilaian. Sebagai contoh, pendekatan ini telah digunakan untuk meramalakan pengaruh teknologi pada Manajemen SDM dan kebutuhan perekrutan staff.
          Teknik kelompok Nominal, tidak seperti Delphi, membutuhkan pakar untuk bertemu secara langsung. Gagasan mereka biasanya timbul secara bebas pada saat pertama kali, didiskusikan sebagai kelompok dan kemudian disusun senagai laporan.

2. Metode Matematika, terdiri dari:
a. Analisis Regresi Statistik membuat perbandingan statistik dari hubungan masa lampau diantara berbagai faktor. Sebagai contoh, hubungan secara statistik antara penjualan kotor dan jumlah karyawan dalam rantai retail mungkin berguna dalam meramalkan sejumlah karyawan yang akan dibutuhkan jika penjualan retail meningkat 30 %.
b. Meode Simulasi merupakan gambaran situasi nyata dalam bentuk abstrak sebagai contoh, model ekonometri meramalkan pertumbuhan dalam pemakaian software akan mengarahkan dalam meramalkan kebutuhan pengembangan software.
c. Rasio Produktivitas menghitung rata-rata jumlah unit yang diproduksi perkaryawan. Rata-rata ini diaplikasikan untuk ramalan penjualan untuk menentukan jumlah karyawan yang dibutuhkan, sebagai contoh, suatu perusahaan dapat meramalkan jumlah penjualan representative menggunakan rasio ini.
d. Rasio jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dapat digunakan untuk meramalkan tenaga kerja tak langsung. Sebagai contoh, jika perusahaan biasanya menggunakan satu orang klerikal untuk 25 tenaga kerja produksi, yang rasio dapat digunakan untuk membantu estimasi untuk tenaga klerikal.


II.4 ESTIMASI PERSEDIAAN/SUPPLY SDM INTERNAL DAN EKSTERNAL
          Kalau sudah ada proyeksi permintaan HR dimasa yang akan datang, masalah berikutnya adalah bagaimana mengisi kebutuhan tersebut.
            Ada dua sumber persediaan SDM : internal dan eksternal. Persediaan/supply internal bisa berasal dari karyawan yang telah ada yang dapat dipromosikan, ditransfer, atau didemosi untuk mengisi lowongan. Supply eksternal berasal dari luar atau mereka yang tidak sedang bekerja di organisasi tersebut dan siap direkrut oleh organisasi/perusahaan.


II.5 PENILAIAN INTERNAL TERHADAP KETENAGAKERJAAN ORGANISASI
          Bagian dari perencanaan sumber daya manusia adalah menganalisis pekerjaan yang perlu dilakukan dan keahlian yang terdapat pada seseorang untuk melakukan suatu tugas. Kebutuhan organisasi harus di bandingkan dengan penyediaan tenaga kerja yang ada.
          Tidak hanya sekedar menghitung jumlah karyawan. Harus dilakukan audit tenaga kerja yang sudah ada untuk mengetahui kemampuan pekerja yang ada. Informasi ini menjadi dasar estimasi tentatif mengenai lowongan-lowongan yang dapat diisi oleh karyawan yang ada.
          Penugasan tentatif ini biasanya dicatat di”Replacement Chart”. Chart ini merupakan representasi visual menyangkut SIAPA yang akan menggantikan SIAPA jika terjadi pergantian. Namun karena informasinya yang terbatas maka perlu juga dilengkapi dengan “Replacement Summaries”.
        Mempertimbangkan karyawan-karyawan yang sudah ada untuk lowongan di masa yang akan datang adalah penting jika karyawan diproyeksikan memiliki karir yang panjang.
         Audit and Replacement Chart juga penting bagi HRD. Dengan pengetahuan akan karyawan yang lebih banyak, HRD dapat merencanakan recruiting, training, dan career planning secara lebih efektif.
         Pengetahuan ini juga dapat membantu HRD untuk memenuhi AAP dengan mengidentifikasi calon-calon minoritas interen untuk lowongan-lowongan tertentu.
Berikut adalah pertanyaan yang di berikan selama penilaian internal:
1. Pekerjaan apa yang ada pada saat ini ?
2. Berapa banyak orang yang mengerjakan setiap tugas ?
3. Apa hubungan laporan di antara tugas-tugas tersebut ?
4. Berapa pentingnya masing-masing tugas tersebut ?
5. Pekerjaan manakah yang membutuhkan penerapan strategi organisasi ?
6. Apa saja karakteristik dari pekerjaan yang di harapkan ?

Metode-metode yang digunakan untuk mengestimasi/menilai supply SDM internal yaitu:
1.1. Auditing Pekerjaan dan Keahlian
            Tahap permulaan untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan yang ada didalam suatu perusahaan adalah mengaudit pekerjaan yang sedang dilakukan organisasi pada saat ini. Penilaian internal ini menolong menempatkan kedudukan suatu organisasi dalam mengembangkan atau memantapkan keunggulan kompetitif. Analisis yang komprehensif dari semua pekerjaan saat ini memberikan dasar untuk mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan pada masa yang akan datang.
            Audit SDM merupakan tindak lanjut dari realisasi perencanaan-perencanaan yang telah dilakukan.
Kepentingan audit bagi perusahaan:
    ·         Untuk mengetahui prestasi karyawan.
    ·         Untuk mengetahui besarnya kompensasi karyawan yang bersangkutan.
    ·         Untuk mengetahui kreativitas dan perilaku karyawan.
    ·         Untuk menetapkan apakah karyawan perlu dimutasi (vertical-horizontal) dan atau diberhentikan
    ·         Untuk mengetahui apakah karyawan itu dapat bekerja sama dengan karyawan lainya.


Kepentingan audit bagi SDM:
Untuk memenuhi kepuasan ego manusia yang selalu ingin diperhatikan dan mendapat nilai/pujian dari hasil kerjanya. Karyawan ingin mangetahui apakah prestasi kerjanya lebih baik dari pada karyawan lainya.
 Untuk kepentingan jasa dan promosinya.
·         Mengakrabkan hubungan para karyawan dengan pimpinannya

Tujuan audit SDM
Untuk mengetahui apakah pelaksanaan dan hasil kerja karyawan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Untuk mengetahui apakah semua karyawan dapat menyelesaikan job description-nya dengan baik dan tepat waktu.
Sebagai pedoman menentukan besarnya balas jasa kepada setiap karyawan.
Sebagai dasar pertimbangan pemberian pujian dan atau hukuman kepada setiap karyawan.
 Sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan mutasi vertical (promosi atau demosi), horizontal, dan atau alih tugas bagi karyawan.
Untuk memotivasi peningkatan semangat kerja, prestasi kerja, dan kedisiplian karyawan.

Inventarisasi Kemampuan Organisasi
            Sumber dasar dari data tenaga kerja adalah data Sumber Daya Manusia pada organisasi. Perencana dapat menggunakan inventarisasi ini untuk menentukan kebutuhan jangka panjang untuk perekrutan, penyeleksian dan pengembangan sumber daya manusia. Juga informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan kemampuan tambahan yang diperlukan tenaga kerja masa mendatang yang mungkin belum diperlukan pada saat ini


Komponen Inventarisasi Kemampuan Organisasi sering kali terdiri dari:
     a.      Demografi tenaga kerja secara individu ( umur, masa kerja di organisasi, masa kerja pada jenis tugas yang sekarang).
    b.   Kemajuan karier secara individu penanggung tugas, waktu yang diperlukan untuk setiap jenis tugas, promosi atau perbahan ke tugas lain, tingkat upah).
      c.       Data kinerja secara individu ( penyerlesaian pekerjaan, perkembangan pada keahliannya)


Ketiga informasi diatas dapat diperluas meliputi:
      a.       Pendidikan dan pelatihan
      b.      Mobilitas dan letak geografis yang diinginkan
      c.       Bakat, kemampuan dan keinginan yang spesifik
      d.      Bidang yang diminati dan tingkat promosi didalam perusahaan
      e.       Tingkat kemampuan untuk promosi
      f.       Pensiun yang diharapkan


BAB III
PENUTUP

III.1  Kesimpulan
           Dari penjelasan diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa hokum memiliki peranan yang cukup penting dalam pengelolaan sumber daya manusia.  Seperti dalam hal pengaturan hokum lingkungan berupa AMDAL dan lainnya.


III.2  Saran
           Saran yang dapat penulis berikan adalah :
1.      Sosialisasi yang lebih jelas mengenai aturan-aturan hokum dalam pengelolaan sumber daya manusia





Minggu, 24 Februari 2013

PELUANG USAHA


PELUANG USAHA

BAB I
PENDAHULUAN

            A.     Pengertian peluang usaha

Peluang usaha adalah suatu kejadian dimana sesorang atau sekelompok orang mendapatkan suatu kesempatan untuk menjalankan suatu usaha atau bisnis.
Sebuah peluang usaha itu, esensinya adalah asas manfaat. Semua kondisi yang di tawarkan, adalah penawaran terhadap sebuah aktifitas bisnis yang pantas untuk geluti dan tentu saja bisa memberikan keuntungan yang luar biasa. Jika peluang usaha yang dimaksud benar-benar di manfaatkan dan di kemas sedemikian rupa sehingga bisa memberikan manfaat yang di harapkan.

            B.      Latar belakang didirikannya suatu usaha

Seperti yang kita ketahui saat ini, semua kebutuhan hidup semakin menggunung. Namun, kita sadari betapa sulitnya kita memenuhi kebutuhan tersebut karena keterbatasan harta atau keuangan. Maka, datanglah suatu solusi dari itu semua, yaitu mendirikan suatu usaha, waralaba/franchise, dan atau bisnis-bisnis yang menyinggung tentang perdagangan. Hal ini di karenakan, bisnis perdagangan memang yang paling lumrah dan paling ampuh untuk mengatasi kesulitan keuangan. Selain mudah juga mendapatkan hasil yang cukup besar dibandingkan dengan bekerja pada suatu perusahaan dengan digaji setiap periode.
Membangun bisnis memerlukan tingkat komitmen yang harus berasal dari kasih yang tulus untuk perdagangan, selain menghasilkan uang. Hal ini karena ini bahwa bisnis waralaba adalah cara yang populer bagi orang untuk memulai, karena ada banyak hal yang siap dibuat dan dapat dibeli - sebuah merek perusahaan yang didirikan, sebuah sistem bisnis, dan lebih sering daripada tidak, keakraban merek .
Franchisers sukses bersedia untuk membantu franchisee baru, dan akan memberikan dukungan seperti personil bantuan teknis, dan bahkan peralatan. Banyak bisnis waralaba memerlukan pelatihan dan pengetahuan yang mendalam tentang pasar, dan ini adalah aspek lain yang perlu dipertimbangkan, selain bunga dalam bisnis. Ini adalah ide yang baik untuk bekerja di industri atau sebelum membuat keputusan akhir: beberapa perusahaan memiliki 'musim' dan dapat cukup menyedihkan ketika berurusan melambat secara berkala.



            C.      Alasan pemilihan judul

Judul merupakan bagian yang terpenting dalam penyusunan sebuah laporan, karena berbagai pembahasan dan perumusan masalah yang akan dibahas dalam sebuah artikel atau pun makalah tergantung sebuah judul yang kita pilih.
Setelah penulis melakukan beberapa pengamatan dan mencoba beberapa usaha, maka penulis mendapatkan suatu judul “ BISNIS BATIK DI CV. CAHAYA SAKTI MANDIRI”
Penulis memilih suatu judul karena menurut penulis, judul inilah yang pantas, sesuai dengan usaha yang sedang penulis lakukan, dan sangat cocok di pasaran.

            D.     Metode Penulisan
Dalam penyusunan karya tulis  atau laporan ini di perlukan data-data yang berhubungan erat dengan isi karya tulis  atau laporan ini. Data yang  penulis peroleh adalah berdasarkan diskriptif yaitu pangumpulan data,menguraikan dan menjelaskan. Oleh karena itu dalam rangka mencapai kesempurnaan  penyusunan karya  tulis atau laporan ini, penulis menggunakan beberapa cara,antara lain:
a.      Reseach {Penelitian}
   Reseach adalah pengumpulan data dengan cara mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan karya tulis atau laporan ini.
b.      Observation {Pengamatan}
    Observation adalah salah satu cara dengan melakukan pengamatan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan karya tulis  atau laporan ini.
c.       Field Reseach {Penelitian Lapangan}
   Field Reseach adalah salah satu cara pengumpulan data yang di gunakan untuk meneliti masalah-masalah secara langsung yang berhubungan erat dengan karya tulis atau laporan ini.



BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

A.    Profil CV. Cahaya Sakti Mandiri
CV. Cahaya Sakti Mandiri adalah perusahan dagang yang beralamatkan di ruko Rananta Residence Blok A No. 3A Batam Centre, Batam, Indonesia. Perusahaan yang menggeluti usaha bidang perdagangan batik khas Indonesia. Memperkenalkan budaya indonesia dan terutama memperdagangkan kepada  masyarakat umum di Batam. Perusahaan ini berdiri sejak 8 agustus 2011 akta notaris atas nama yosevina patmavera.


Berikut adalah struktur organisasi CV. Cahaya Sakti Mandiri :

C.     Kebijakan umum perusahaan
Kebijakan mutu CV. Cahaya Sakti Mandiri Batam untuk tetap mempertahankan standar kualitas produknya adalah dengan melalui beberapa tahapan, yaitu:
a.  Menghasilkan produk dan memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik yang akan diterima olehsetiap pelanggan.
b.  Melakukan pengiriman tepat waktu dan memberikan biaya assembly dan test paling efisien.

Hal ini dicapai melalui advertising systems yang unggul dan dukungan kekuatan serta keterlibatan seluruh anggota. Kita bertekad untuk memenuhi seluruh persyaratan dan secara terus menerus meningkatkan efektifitas sistem manajemen mutu. Tujuan utamanya adalah Kepuasan Pelanggan Seutuhnya.

D.   Tata Tertib CV. Cahaya Sakti  Mandiri Batam
a.  Setiap karyawan wajib hadir tepat waktu.  
b. Setiap karyawan diwajibkan menaati dan mengikuti semua ketentuan, sistem dan prosedur serta peraturan administrative yang berlaku diperusahaan.
c. Setiap karyawan diwajibkan memberitahukan ketidakhadiran serta alas an yang jelasdan dapat di terima.
d.  Setiap karyawan selama jam kerja wajib memakai tanda pengenal (Identity Card)

E.     Pengaturan jam kerja    
Pengaturan jam kerja dan jam istirahat adalah sebagai berikut:
Hari kerja
Jam Kerja
Jam Istirahat
Senin s/d Kamis
08.45 - 17.00
12.00 - 13.00
Jum’at
08.45 - 16.00
11.45 – 13.15
Sabtu-minggu
Packaging dan pengiriiman barang
-









F.     Produk yang diperdagangkan oleh CV. Cahaya Sakti Mandiri








BAB III

Siklus hidup produk merupakan suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Product life cycles dibagi menjadi empat tahapan yaitu Introduction (Tahap Perkenalan), Growth (Tahap Pertumbuhan), Maturity (Tahap Kedewasaan) dan Decline (Tahap kemunduran).
Usaha batik ini baru saja kami rintis. Usaha ini berawal dari sekedar onlineshop di jejaring sosial. Melihat perkembangan yang baik dan penjualan yang terus meningkat membuat kami memutuskan untuk membuka toko batik, tidak hanya sekedar onlineshop. Karena peluang menjual pakaian batik sangat besar, dimana batik telah sangat dikenal dimayarakat. Di dalam life cycles usaha, batik sudah termasuk tingkatan Maturity.
            Dari grafik diatas, dimana usaha penjualan batik termasuk dalam kategori Maturity. Pada tahap ini penjualan masih meningkat dan pada tahap selanjutnya tetap. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produk dengan model yang baru. Batik sendiri saat ini telah sangat dikenal oleh masyarakat. Bahkan banyak perusahaan yang telah mewajibkan karyawannya untuk mengenakan batik sebagai seragam.

B.   Analisis SWOT Pribadi
            Merupakan suatu hal yang sangat membantu ketika kita dapat mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri sendiri. Dengan begitu kita akan mengetahui apa nilai-nilai plus yang bisa kita tonjolkan dan menjadi kekuatan untuk mengembangkan potensi diri.
            Selain itu, analisis swot ini juga dapat memberikan kita informasi mengenai peluang atau kesempatan yang ada. Dengan begitu kita dapat memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal. Disamping itu, analisis swot juga menjabarkan tentang hambatan-hambatan yang dapat mengancam dan menghambat langkah kita. Sehingga kita dapat mencari jalan keluar dari hambatan tersebut.

Strenght
            Dalam point ini penulis akan menjabarkan kelebihan yang ada pada perusahaan kami. Adapun kelebihan yang kami miliki adalah sebagai berikut:
·         Senang membaca
Perintis usaha ini sekaligus direktur perusahaan adalah sosok yang sangat intelektual. Kami memasukkan hal ini karena dengan banyak membaca, kami dapat memperoleh berbagai ilmu pengetahuan dari bacaan yang ada, baik majalah, koran, buku pengetahuan umum maupun karya-karya sastra. Banyak hal baru yang dapat diketahui untuk mengembangkan diri.
·         Kemampuan Akuntansi yang baik
Karena kami memiliki seorang anggota lulusan SMK jurusan Akuntansi, maka kami merasa kami memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar yang lebih banyak dan lebih baik dibanding para lulusan SMA. ia juga menguasai komputerisasi Akuntansi. Ini dapat menjadi kekuatan kami dalam menjalakan berbagai kegiatan bisnis.
·         Bertanggung Jawab
Sejak dulu, kami selalu berusaha bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang kami lakukan. Ini membuat kami selalu memperhitungkan dengan baik setiap langkah yang akan kami ambil.
·         Mampu menjalin hubungan yang baik dengan orang lain
Dalam kehidupan sosial, kami merasa tidak sulit untuk menjalin komunikasi dengan dengan teman. Bagi kami ini bisa menjadi nilai lebih karena dengan menjalin hubungan yang baik maka dapat memperluas pergaulan dan membuat kami mampu mengenal banyak kepribadian.
·         Melakukan sesuatu berdasarkan skala prioritas
Kami terbiasa untuk melakukan berbagai hal berdasarkan skala prioritas. Sehingga biasanya kami melakukan hal-hal yang memiliki tingkat kepentingan lebih tinggi. Hal ini mampu memudahkan kami dalam kehidupan sehari-hari. Begitupun dengan masalah keuangan, kami biasanya membeli barang-barang yang kami memang kami butuhkan baru kemudian memenuhi keinginan kami yang sifatnya tidak terlalu penting dan pemenuhannya tidak perlu dalam waktu dekat.
Weakness
            Selain memiliki kelebihan, sebagai manusia biasa kami juga memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan itu diantaranya adalah:
·         Sulit untuk mengambil keputusan dalam waktu singkat
Kami merasa cukup kesulitan jika harus mengambil sebuah keputusan dengan cepat, karena kami selalu berusaha memikirkan kemungkinan resiko yang timbul dari setiap keputusan. Terkadang hal ini memakan waktu yang cukup lama sementara tidak banyak waktu yang tersedia.
·         Cepat merasa bosan
Seringkali kami sering merasa bosan ketika sedang melakukan suatu hal. Hal ini tentu saja menggangu, karena membuat kami berhenti ditengah jalan ketika rasa bosan itu datang. Tentu saja ini menyebabkan banyak pekerjaan atau kegiatan menjadi terbengkalai.
·         Ragu untuk melakukan perubahan besar
Kami selalu merasa ragu jika harus melakukan perubahan besar. Karena kami selalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul dengan perubahan yang kami lakukan. Kami seringkali merasa khawatir jika nantinya apa yang kami lakukan beresiko buruk.
·         Komitmen yang kurang tinggi
Seringkali kita mampu membuat komitmen untuk melakukan sesuatu namun dalam pelaksanaannya tidak sesuai. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kemampuan untuk berpegang teguh pada komitmen yang telah dibuat.
Oppourtunity
            Biasanya selalu terdapat kesempatan atau peluang bagi kita dalam berbagai keadaan. Tergantung bagaimana kita melihat dan memanfaatkan peluang tersebut. Peluang-peluang yang ada seperti:
·         Kebutuhan akan pribadi yang memiliki kompetensi
Pada saat ini, sangat dibutuhkan orang-orang yang memiliki skill dan kompetensi sehingga mampu melakukan berbagai hal dengan baik. Hal ini merupakan peluang yang harusnya dapat dimanfaatkan dengan baik.
·         Perlunya seseorang yang berwawasan luas
Sebagai seorang mahasiswa, tentu memiliki banyak pengetahuan dan terus mencari pengetahuan baru sebagai proses belajar menjadi individu yang lebih baik.
Threat
            Ada banyak hambatan yang mungkin muncul kepada kita ketika melakukan atau menjalani sesuatu. Adapun hambatan-hambatan yang muncul adalah:
·         Banyaknya individu lain yang juga memiliki skill yang baik
Hal ini menjadi sebuah hambatan bagi kita karena dalam realitanya tidak hanya kita yang memiliki kemampuan. Ada banyak orang diluar sana yang juga memiliki kemampuan yang baik dan mampu diandalkan.

Berdasarkan analisis SWOT diatas, maka kami telah mengetahui dimana letak kekuatan dan kelemahan kami. Sehingga kami dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mengembangkan diri kami. Selain itu, dengan melihat peluang serta hambatan yang ada dilingkungan kami maka kami harus mampu memanfaatkan peluang yang ada dan mengatasi berbagai hambatan yang datang.

C.   Analisis SWOT untuk Usaha
Usaha yang akan kami rintis adalah butik. Butik ini menjual pakaian-pakaian batik yang merupakan salah satu pakaian khas Indonesia. Batik saat ini bukan lagi menjadi pakaian tradisional dan kuno. Batik telah menjelma menjadi trend dan digemari oleh berbagai kalangan. Motifnya pun kini telah berkembang dengan berbagai cara padu padan yang manis. Berikut ini kami akan melakukan analisis SWOT untuk mengetahui apa saja kekuatan dan kelemahan yang ada pada usaha kami, serta kesempatan dan hambatan yang mungkin mucul.
Strenght
            Kekuatan dari suatu usaha adalah hal bisa kita tonjolkan dan dijadikan modal untuk mencapai kesuksesan. Kekuatan adalah semua hal yang dapat mendukung kami dalam menjalankan usaha ini. Adapun kekuatan yang kami miliki adalah sebagai berikut:
·         Pakaian batik yang kami miliki merupakan batik tulis asli.
Banyak konsumen yang memiliki selera tinggi, sehingga menginginkan produk yang benar-benar baik. Batik-batik yang kami jual merupakan batik tulis asli yang langsung didatangkan dari Solo. Batik ini terjamin kualitasnya.
·         Memiliki banyak motif dan model
Selain merupakan batik tulis, batik-batik ini juga tersedia dalam berbagai pilihan model. Konsumen dapat memilih batik sesuai dengan keinginannya. Tersedia batik dengan model kasual dengan lengan pendek, hingga batik terusan dengan berbagai motif yang indah dan anggun. Selain itu, tersedia batik untuk pria, wanita maupun untuk yang berpasangan atau couple.
·         Tersedia dalam jumlah banyak
Selain memiliki berbagai motif yang menarik, batik-batik ini juga tersedia dalam kuantiti yang banyak. Sehingga memungkinkan untuk pembelian dalam jumlah besar.
·         Lokasi yang cukup strategis
Toko batik kami ini terletak di daerah Batam Centre. Merupakan kawasan yang cukup ramai, baik oleh para karyawan, pelajar, mahasiswa, maupun ibu rumah tangga.
·         Tempat yang bersih, nyaman dan menarik
Ruko yang kami gunakan saat ini kami desain semenarik mungkin. Bersih, rapi dan terkesan etnik karena semua peralatan memiliki gaya khas jawa. Konsumen yang mengunjungi dijamin dapat merasakan suasana belanja seperti di pulau jawa.
·         Komitmen tinggi untuk memuaskan konsumen
Kami menyadari, kami bukan satu-satunya penyedia batik di kota Batam ini. Sehingga kami berkomitmen untuk mampu memberikan pelayanan terbaik dan produk yang berkualitas untuk bisa menjadi yang terbaik.
Weakness
            Kami menyadari, sebagai usaha baru kami memiliki berbagai kekurangan. Namun, kami selalu berusaha agar kekurangan yang ada dapat menjadi pendorong untuk melakukan hal yang terbaik. Adapun kekurangan-kekurangan yang ada adalah:
·         Belum dikenal oleh masyarakat
Sebagai usaha baru, maka masyarakat masih merasa asing dan tidak terlalu mengenal toko kami. Hal ini mungkin akan membuat penjualan kami pada periode awal tidak terlalu banyak.
·         Pengalaman yang masih minim
Kami baru saja terjun dalam dunia bisnis seperti ini, sehingga belum memiliki pengalaman mengenai kegiatan ini. Ini mengharuskan kami lebih banyak belajar dan memahami bagaimana sistem dan langkah-langkah yang perlu diambil dalam bidang perdagangan seperti ini.


Oppourtunity
            Peluang adalah semua kondisi eksternal yang dapat membantu mengembangkan usaha yang sedang kami rintis saat ini. Peluang yang ada dapat menjadi suatu kesempatan untuk meningkatkan usaha apabila kita pintar untuk memanfaatkannya. Peluang-peluang yang ada antara lain adalah:
·         Dekat dengan Negara Luar
Batam merupakan kota yang berdekatan dengan beberapa Negara seperti Singapura dan Malaysia. Hal ini merupakan suatu peluang bisnis dengan banyaknya turis yang datang ke Batam. Karena Batik merupakan salah satu pakaian khas Indonesia, tentu para turis tersebut akan tertarik untuk membelinya. Terlebih lagi, mereka tidak perlu jauh-jauh ke pulau jawa untuk mendapatkan batik, karena di Batam-pun telah tersedia batik dengan berbagai pilihan.
·         Batik telah menjadi trend
Seperti yang kita ketahui, saat ini batik tidak hanya disukai oleh orang dewasa. Anak remaja bahkan anak kecil pun banyak yang telah menyukai batik. Batik menjadi semakin terkenal dimana banyak perusahaan yang mewajibkan karyawannya untuk memakai batik pada hari kerja. Dengan semakin digandrunginya batik oleh berbagai kalangan untuk berbagai kebutuhan, maka peluang bisnis batik ini semakin luas.
Threat
            Dalam menjalankan suatu usaha, pasti akan ada hambatan atau ancaman yang datang. Hambatan atau ancaman yang ada dalam usaha ini adalah:
·         Adanya persaingan dengan produk pakaian impor
Pakaian-pakaian impor saat ini membanjiri pasar Indonesia. Terlebih lagi, pakaian impor tersebut dijual dengan harga yang murah. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat yang tergiur untuk membeli produk impor ketimbang batik yang merupakan pakaian asli Indonesia.
·         Kondisi perekonomian yang tidak stabil
Kondisi yang tidak kunjung stabil juga menjadi sebuah ancaman dalam menjalankan sebuah usaha. Dimana tidak ada kepastian mengenai masa depan bisnis.

Setelah melakukan analisis SWOT terhadap usaha yang kami jalankan, maka kami dapat mengambil langkah yang tepat dengan memperhatikan kekuatan yang kami miliki dan berusaha meminimalisir kelemahan yang ada. Begitu pula dengan kesempatan yang tersedia, kami harus mampu memanfaatkannya untuk mengembangkan bisnis kami dengan tetap memperhatikan hambatan-hambatan yang ada.

D.    Cara Mengatasi Kurangnya Kepercayaan Diri
            Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang mampu membuat seseorang dapat mengembangkan potensi yang ada didirinya. Namun banyak dari kita yang mengalami masalah dalam hal kepercayaan diri. Kita menjadi sulit untuk mengembangkan diri karena tidak mampu untuk mengungkapkan ide yang kita miliki kepada orang lain. Menurut kami ada beberapa cara untuk mengatasi permasalahan ini, yaitu:
      1.      Menikmati hal yang akan kita lakukan
Dengan kita menikmati sesuatu yang kita lakukan, maka akan membuat kita merasa lebih nyaman dan hal ini mampu meningkatkan rasa percaya diri.
      2.      Bersikap rileks
Terlalu tegang dapat member dampak yang kurang baik bagi diri kita. Bersikaplah rileks dan lebih santai.
      3.      Kenali diri sendiri
Untuk memiliki kepercayaan diri yang baik kita terlebih dahulu harus mampu mengenali diri sendiri dengan baik. Jika kita telah mengenali diri sendiri, maka kita pun akan mampu menunjukkan kelebihan kita kepadaorang lain.
      4.      Jangan takut dengan kesalahan
Hal ini termasuk salah satu hal yang paling penting. Karena seringkali kita takut melakukan kesalahan sehingga membuat kita tidak percaya diri untuk melakukan suatu hal baru.
      5.      Berfikir positif
Selalu berfikir positif akan memberikan rasa percaya diri yang besar. Karena kita akan selalu mensugesti diri kita dengan hal-hal positif.
      6.      Bergaul dengan orang-orang yang memiliki percaya diri tinggi
Tidak bisa dipungkiri jika kepribadian kita terbentuk sesuai dengan lingkungan sekitar. Begitu juga dalam hal kepercayaan diri, saat kita bergaul dengan orang-orang yang selalu pesimis maka kita pun akan ikut pesimis. Dan sebaliknya, jika kita berada disekeliling orang-orang yang memiliki percaya diri tinggi maka kita juga akan dapat seperti mereka

E.     Perencanaan pemasaran
Perencanaan pemasaran adalah proses perencanaan tahapan-tahapan aktivitas dalam pemasaran. Manfaat perencanaan pemasaran:
      1.     Perencanaan pemasaran merupakan peta situasi pasar.
      2.      Perencanaan pemasaran membantu dalam kontrol manajemen dan implementasi strategi.
      3.      Perencanaan pemasaran memberi informasi peran dan fungsi setiap anggota baru dalam suatu perusahaan.
      4.      Perencanaan pemasaran memperlihatkan gambaran pengkoor-dinasian semua sumber daya untuk implemetasi.
      5.      Perencanaan pemasaran menstimulasi pemikiran baru dan pemanfaatan optimal sumber daya.
      6.      Perencanaan pemasaran memberikan gambaran pembagian tanggung jawab, tugas, dan pengaturan jadwal kegiatan.
      7.      Perencanaan pemasaran mengantisipasi masalah, kesempatan, dan ancaman.

Macam-macam perencanaan pemasaran:
      1.      Perencanaan produk baru: perencanaan yang ditujukan untuk produk, layanan, lini produk, atau merek yang belum diperkenalkan perusahaan. Untuk membuat perencanaannya, terkadang Anda dituntut membuat banyak asumsi berdasar produk atau layanan yang mirip atau sejenis.
      2.      Perencanaan tahunan: perencanaan yang ditujukan untuk produk, proyek, layanan, atau merek yang sudah ada dalam perusahaan. Merupakan modifikasi atau penyesuaian perencanaan tahunan.
Rencana strategi adalah arah atau visi jangka panjang organisasi dan bukan isu manajemen sehari-hari. Rencana strategi menjangkau waktu lebih dari tahun anggaran berikutnya. Biasanya berjangka waktu 3 sampai 5 tahun. Sedangkan rencana pemasaran taktik adalah rencana jangka pendek.

Proses penyusunan perencanaan pemasaran terdiri dari:
      1.      penetapan pernyataan misi
      2.      penetapan sasaran perusahaan
      3.      melakukan audit pemasaran
      4.      melakukan analisis SWOT
      5.      membuat asumsi-asumsi
      6.      menetapkan sasaran pemasaran dan strategi
      7.      memperkirakan hasil yang diharapkan
      8.      identifikasi rencan alternatif dan bauran
      9.      menentukan anggaran
     10.  membuat rencana implementasi satu tahun pertama.

Apabila perencanaan pemasaran didasarkan pada pasar, pelanggan, dan produk maka perencanaan perusahaan berkaitan dengan sumber daya perusahaan. Perencanaan perusahaan memberi visi jangka panjang tentang perusahaan. Apa yang diperjuangkan perusahaan, dengan mempertimbangkan harapan para pemegang saham, tren lingkungan, tren sumber daya pasar, tren pasar konsumsi, dan kompetensi khusus perusahaan seperti yang terlihat pada audit manajemen.

F.     Strategi Pemasaran
Usaha kami adalah penjualan pakaian batik, yang terdiri dari batik pria dan wanita. Berdasarkan jenisnya, terdiri atas batik solo dan batik pekalongan. Dalam memasarkan produk yang kami miliki, kami harus bisa memilih strategi pemasaran yang tepat dengan jenis usaha yang kami jalani.
Strategi Pemasaran yang kami gunakan dalam usaha kami adalah:
Advertising (Periklanan) karena merupakan alat utama bagi pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya. Periklanan ini dapat dilakukan oleh pengusaha lewat surat kabar, radio, majalah, bioskop, televisi, ataupun dalam bentuk poster-poster yang dipasang dipinggir jalan atau tempat-tempat yang strategis.
Periklanan merupakan suatu proses komunikasi yang bertujuan untuk membujuk atau menggiring orang atau konsumen sehingga memiliki keinginan untuk membeli dan memakai produk yang ditawarkan.
Terlebih lagi saat ini iklan tidak hanya di media cetak yang bisa menjadi media iklan, tetapi juga media online seperti website ataupun jejaring sosial. 


BAB IV
SEGMENTASI, MENETAPKAN TARGET,
DAN MENETAPKAN POSISI DI PASAR GUNA MENDAPATKAN KEUNGGULAN BERSAING.

Segmentasi Pasar
Membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah.

Penetapan Target Pasar.
Proses mengevaluasi daya tarik tiap-tiap segmen dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dimasuki.

Penempatan posisi
Mengatur produk supaya dapat menempati posisi pada benak konsumen yang jelas, khas, dan diinginkan secara relatif terhadap produk pesaing.


A.      SEGMENTASI PASAR

Pemasaran Massal, yaitu memproduksi secara massal mendistribusikan secara massal, dan mempromosikan secara massal produk yang hampir sama dengan cara yang hampir sama kepada semua konsumen.
Pemasaran Segmen, Memisahkan segmen-segmen yang membentuk suatu pasar dan mengadaptasi tawarannya supaya sesuai dengan kebutuhan satu atau lebih segmen tersebut.
Pemasaran Relung, Memfokuskan diri pada subsegmen atau relung pasar yang memiliki sejumlah cirri bawaan yang khas yang mungkin mencari kombinasi sejumlah manfaat yang khusus.
Pemasaran Mikro, Praktek perancangan produk dan program pemasaran supaya sesuai benar dengan selera individu dan lokasi yang spesifik yang meliputi pemasaran lokal dan pemasaran individual.
·         Pemasaran Lokal, Perancangan merk dan promosi supaya sesuai benar dengan kebutuhan dan keinginan kelompok-kelompok pelanggan local --- kota, pemukiman, bahkan took yang spesifik.
·         Pemasaran Individual, Perancangan produk dan program pemasaran supaya sesuai benar dengan kebutuhan dan preferrensi pelanggan secara individual. Juga dinamakan pemasaran satu per satu ( one to one marketing ), pemasaran yang disesuaikan dengan ( customized marketing )kebutuhan dan pemasaran pasar yang terdiri dari satu orang  ( market of one marketing ).

Mensegmentasi Pasar Konsumen
-          Segmentasi Geografis, membagi pasar menjadi unit-unit geografis yang berbeda-beda seperti negara, wilayah negara bagian, kabupaten, kota atau pemukiman.
-          Segmentasi Demografis, Upaya membagi pasar menjadi sejumlah kelompok berdasarkan variable-variabel seperti usia, gender, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, pendapatan, pekerjaann, pendidikan, agama, ras dan kebangsaan.
-          Segmentasi Psikografis, Upaya membagi pembeli menjadi kelompok-kelompok yang berbeda berdasarkan kelas social, gaya hidup atau karakteristik kepribadian.
-          Segmentasi Perilaku, Upaya membagi suatu pasar kesejumlah kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, pengunaan atau tanggapan konsumen terhadap suatu produk. 

Persyaratan supaya Segmentasi Efektif.
-          Terukur
-          Dapat dijangkau
-          Substansial
-          Dapat dibedakan
-          Dapat dilakukan tindakan tertentu.




B.      PENETAPAN TARGET PASAR ( PASAR SASARAN )

Pasar Sasaran
Seperangkat pembeli yang memiliki kebutuhan dan karakteristik yang sama, yang diputuskan untuk dilayani oleh perusahaan.
1. Mengevaluasi Segmen Pasar
-          Ukuran dan pertumbuhan segmen.
-          Daya tarik structural segmen.
-          Tujuan dan sumber daya perusahaan..            
2. Memilih Segmen Pasar.
-          Pemasaran tanpa diferensiasi ( Pemasaran massal ).
            Strategi peliputan pasar dimana perusahaan mungkin memutuskan untuk mengabaikan perbedaan-perbedaan yang ada pada tiap-tiap segmen pasar, dan masuk ke pasar secara keseluruhan dengan satu tawaran.
-          Pemasaran yang terdiferensiasi.
            Strategi peliputan pasar dimana sebuah perusahaan memutuskan untuk menetapkan beberapa segmen pasar atau relung pasar dan mendesain tawaran yang terpisah bagi masing-masing segmen.
-          Pemasaran terkonsentrasi.
            Strategi peliputan pasar dimana sebuah perusahaan memilih untuk meraih pangsa pasar yang besar pada satu atau beberapa subpasar.


3. Memilih strategi Peliput Pasar.
-          Sumber daya yang dimiliki perusahaan.
-          Tahapan produk dalam daur hidup.
-          Homogenitas Pasar.
-          Strategi pemasaran yang dilakukan pesaing.

C.      PENEMPATAN ( POSISIONING ) GUNA MENDAPATKAN KEUNGGULAN BERSAING.

Posisi Produk
Merupakan cara produk didefinisikan oleh konsumen berdasarkan beberapa atribut penting  ( tempat yang diduduki produk dalam benak konsumen dibandingkan hubungan dengan produk-produk pesaing.
Keunggulan Bersaing
Keunggulan terhadap pesaing yang diperoleh karena menawarkan kepada konsumen nilai yang lebih besar, baik melalui harga yang lebih murah atau dengan memberikan sejumlah manfaat yang lebih banyak yang dapat dijadikan alasan untuk menetapkan harga yang lebih tinggi.
Memilih Strategi Penempatan Produk ( Posisioning )
-          Mengidentifikasikan keunggulan bersaing yang mungkin.
-          Memilih Keunggulan pasaing yang tepat.
-          Mengkomunikasikan dan menyampaikan Posisi yang telah dipilih.