Sabtu, 04 Mei 2013

Macam – macam Ekosistem



Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi 2, yaitu ekosistem darat (terestrial) dan ekosistem perairan (akuatik).

Ekosistem Perairan
Meliputi ekosistem air tawar dan ekosistem air laut.
1.      Ekosistem air tawar
Danau
Danau – danau besar menampung sejumlah besar air tawar permukaan. Struktur danau pada umumnya mirip dengan struktur laut. Bagian dasar danau yang dangkal disebut dengan zona litoral, pada zona ini, tumbuhan air masih dapat tumbuh di dasar danau. Bagian danau yang erbuka disebut dengan zona limnetik. Selain dibagi secara horizontal, struktur danau juga dibagi secara vertical menjadi zona fotik dan afiotik. Cahaya matahari masih bisa berpenetrasi pada zona fotik. Sebaliknya, pada zona afotik, cahaya matahari sudah tidak bisa berpenetrasi.
Organisme di danau antara lain tumbuhan air dan ganggang yang bertindak sebagai organism fotosintetik. Selain itu, di danau juga terdapat zooplankton, berbagai jenis cacing kerang, dan ikan.

Lahan Basah
Lahan basah disebut juga wed land, adalah  satu daerah yang digenangi oleh air sehingga kondisinya menyokong untuk kehidupan berbagai jenis organism akuatik. Lahan basah bisa dibedakan menjadi rawa (marsh), rawa lumpur (swamp), dan tanah gambut (bog).

Rawa memiliki cirri yaitu tidak terdapat banyak pohon, airnya mengalir dengan kecepatan sedang, dan terhubung dengan danau atau aliran sungai. Rawa lumpur memiliki cirri, yaitu airnya hamper tidak mengalir sama sekali, pH air asam, dan miskin oksigen dan nitrogen.

Sungai
Sungai adalah badan airyang bergerak terus-menerus menuju satu arah. Struktur sungai bervariasi di sepanjang alirannya. Di bagian hulu, sungai cenderung sempit danberarus deras serta airnya terasa dingin. Sungai kemudian akan melebar dan arusnya melambat ketika bagian hilir. Air sungai di bagian  hilir pun terasa lebih hangat dibandingkan bagian hulu sungai.
Organisme fotosintetik jarang ditemukan pada sungai-sungai di bagian hulu. Materi organic yang ada di sungai bagian hulu berasal dari daun dan ranting dari tumbuhan yang ada di sisi sungai. Walaupun kandungan materi organiknya rendah, kadar oksigen di hulu sungai tinggi. Semakin menuju ke hilir, sungai akan semakin melebar dan arusnya semakin tenang. Kondisi arus sungai yang tenang lebih sesuai untuk pertumbuhan ganggang dan tumbuhan air. Oleh karenanya sungai di bagian hilir lebih tinggi kandungan materi organiknya. Namun, arus sungai yang tenang membuat kadar oksigen menjadi rendah. Ketika sungai bertemu lautan, maka akan  membentuk estuary. Pada estuary, air tawar akan bercampur dengan air asin.

2.      Ekosistem air laut
Zona intertidal
Area pasang surut air laut di sepanjang garis pantai disebut dengan zona intertidal. Pada saat pasang, zona intertidal akan tertutupi oleh air laut, sedangkan  pada saat  surut, zona ini akan  kering dan terpapar oleh udara terbuka. Pada zona ini, cahaya matahari cahaya bisa masuk hingga ke dasar perairan sehingga produktivitasorganisme fotosintetik di zona ini juga tinggi. Kandungan nutrisi di zona intertidal cenderung tinggi karena masuknya nutrisi dari estuary dan sungai.
Zona intertidal dapat berupa pantai berpasir, berbatu, atau berlumpur. Organisme yang hidup di zona intertidal harus mampu bertahan dari arus laut ketika periode pasang dan kekeringan ketika periode surut. Beberapa organisme beradaptasi dengan baik terhadap kekeringan ketika periode surut, tetapi ada juga organisme yang memilih  untuk masuk ke dalam lubang selama periode surut, misalnya kepiting,. Organism yang ada di zona interdal ini antara lain rumput laut, abalone, anemone, kepiting, ganggang hijau, kerang, timun laut, dan  bintang laut.

Zona Neritik
Zona neritik berada di antara zona intertidal dan zona pelagik. Kedalaman rata-rata zona laut dangkal ini adalah sekitar 200 m. dasar laut zona neritik cenderung melandai dibangdingkan zona pelagik. Pada umumnya, suhu dan salinitas air laut di zona neritik karena cahaya matahari bisa menembus hingga ke dasar laut.
Di wilayah tropis, zona neritik biasanya dihuni oleh terumbu  karang. Suhu air yang hangat serta adanya cahaya matahari, menjadikan wilayah tropis sebagai habitat yang  baik untuk terumbu karang. Keragaman organisme di terumbu karang denikian tinggi. Terumbu karang menjadi rumah bagi berbagai ikan tropis dan ikan karang seperti parrotfish, angelfish, dan butterflyfish. Lebih dari 4000 species ikan menghuni terumbu karang antara lain spoons, cnidaria, cacing, udang-udangan, molusca, binatang laut, bulu babi, dan ular laut.

Zona pelagik
Kedalaman rata-rata zona pelagik adalah 4000 m. sekitar 75% air laut berada  pada zona ini. Zona pelagik merupakan zona yang paling tidak produktif dibandingkan zona intertidal dan zona neritik. Walaupun cahaya matahari melimpah di zona fotik, tetapi kandungan nutrisi di zona pelagic demikian rendah. Ketiadaan cahaya matahari berarti tidak ada proses fotosintesis yang menyediakan energy bagi banyak organism. Jika terumbu  karang di zona terumbu karang di zona neritik diibaratkan sebagai hutan hujan tropis, maka zona pelagic bagaikan bioma gurun.
Organisme di zona afotik laut terbuka umumnya bergantung pada sampah organic yang tenggelam dari zona fotik. Sampah organik ini digunakan sebagai sumber materi organic bagi organisme di zona afotik. Organism di zona afotik laut terbuka hidup dengan cara menyaring makanan, memakan bangkai, atau memangsa organisme lainnya. Banyak invertebrata di laut terbuka yang mempunyai ukuran tubuh raksasa, contohnya cumi-cumi raksasa yang mempunyai panjang hingga mencapai 18 m. ikan yang hidup di laut yang lebih dalam beradaptasi dengan baik akan ketiadaan cahaya dan jaranganya makanan. Ikan di laut dalam akan  makan sebanyak mungkin ketika makanan tersedia.

Pada ekosistem air tawar memiliki ciri antara lain: variasi suhu rendah dan dipengauhi keadaan iklim dan cuaca. Berdasarkan intensitas cahaya matahari yang diterima, habitat air tawar dibedakan menjadi 3 daerah, yaitu :
  • litoral, yaitu daerah dangkal sehingga memungkinkan cahaya matahari dapat mencapai dasar perairan. Bagian dasar danau yang dangkal dan tumbuhan air  asih dapat tumbuh  di dasar danau.
  • Limnetik, yaitu daerah terbuka sampai kedalaman tertentu masih dapat ditembus cahaya.
  • Profundal, yaitu daerah dasar perairan sehingga cahaya tidak mampu mencapai dasar perairan.
Berdasarkan keadaan airnya (aliran airnya), habitat air tawar dibedakan menjadi 2, yaitu :
  • Lotik, yaitu ekosistem air tawar yang keadaan airnya mengalir. Contoh : sungai, mata air, dan sebagainya .
  • Lentik, yaitu ekosistem air yang keadaan airnya tenang. Contoh : kolam, waduk, dan sebagainya.

Pada ekosistem air laut memiliki ciri antara lain salinitasnya tinggi, tidak dipengaruhi variasi suhu dan iklim.
Berdasarkan intensitas cahaya matahari, habitat laut dibedakan :
  • Daerah fotik (eutrofik), yaitu daerah yang masih ditembus cahaya.
  • Daerah disfotik, yaitu daerah  yang sedikit cahaya (remang –remang)
  • Daerah afotik, yaitu daerah yang tidak mendapat cahaya matahari.
Berdasarkan fisiknya (secara vertikal), daerah laut dibedakan :
  • Daerah litoral, yaitu daerah yang dipengaruhi pasang surut (0 – 200 meter).
  • Daerah batial, yaitu daerah yang kedalamannya antara 200 – 2000 meter.
  • Daerah abisal, yaitu daerah yang kedalamannya antara 2000 – 4000 meter.
  • Daerah hadal, yaitu daerah yang kedalamannya lebih dari 4000 meter.

Ekosistem Darat
Terdiri atas beberapa macam bioma antara lain bioma gurun, padang rumput, hutan hujan tropis, hutan gugur, taiga, dan tundra. Bioma adalah ekosistem darat yang khas pada wilayah tertentu dan dicirikan oleh jenis vegetasi yang dominan pada wilayah tersebut.

Gurun
Gurun merupakan daerah kering yang curah hujannya hanya 20 cm per tahun. Vegetasi dominan pembentuk bioma gurun adalah tumbuhan xerofit, yaitu tumbuhan yang mampu hidup pada lingkungan dengan sedikit air, contohnha kaktus. Adapun hewan yang hidup di bioma ini umumnya aktif pada malam hari atau nokturnal. Hal tersebut merupakan adaptasi terhadap suhu lingkungan yang sangat panas dan untuk mengurangi kehilangan cairan tubuh.

Rumput
Bioma ini memiliki karakteristik beriklim sedang, dengan curah hujan berkisar antara 50–75 per tahun dan vegetasi dominannya adalah rumput. Adapun hewan yang hidup di bioma ini adalah kelinci, serigala, burung hantu, badak, dan elang.

Tropis
Bioma hutan hujan tropis terdapat di kawasan garis khatulistiwa di seluruh dunia, seperti Asia tengah termasuk Indonesia, Amerika tengah dan selatan, Afrika, serta Australia. Hutan hujan tropis memiliki temperatur dengan kisaran 25°C per tahun dan curah hujan yang tinggi sekitar 200 cm per tahun.
Tumbuhan dan hewan yang hidup di bioma ini paling beragam (memiliki keanekaragaman paling tinggi) dibandingkan dengan tumbuhan dan hewan yang hidup di bioma-bioma lainnya. Tumbuhan yang khas yang hidup di bioma ini adalah tumbuhan liana (tumbuhan merambat) seperti rotan dan tumbuhan epifit seperti anggrek. Hewan yang khas di bioma ini adalah harimau, badak, babi hutan, dan orangutan.

Hutan Gugur temperata
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang dan tersebar di Amerika Timur, Eropa Tengah, dan Asia Timur. Bioma ini memiliki ciri-ciri suhu yang sangat rendah pada musim dingin dan sangat panas pada musim panas (-30°C hingga 30°C). Curah hujan tinggi dan merata, serta jenis pohon yang dapat menggugurkan daunnya pada saat musim panas (pada hutan gugur daerah tropis) dan pada saat musim dingin (pada hutan gugur iklim sedang). Hewan yang hidup di bioma ini antara lain tikus, beruang, bajing dan burung. Beberapa hewan pada bioma ini dapat melakukan hibernasi, yaitu tidur panjang selama musim dingin dengan terlebih dahulu mengkonsumsi banyak makanan.

Taiga
Bioma taiga dikenal sebagai hutan konifer, merupakan bioma terluas di bumi. Bioma ini memiliki curah hujan 35 cm sampai dengan 40 cm per tahun. Daerah ini sangat basah karena penguapan yang rendah. Tanah di bioma taiga bersifat asam. Bioma taiga terdapat di daerah yang beriklim sedang, dengan curah hujan sekitar 100 cm per tahun. Terdapat di Amerika bagian utara dan selatan, Eropa bagian barat, dan Asia bagian timur. Tumbuhan yang hidup di bioma taiga umumnya konifer dan pinus. Hewan yang hidup di bioma ini di antaranya adalah rusa, beruang hitam, salamander, dan tupai.

Tundra
Bioma tundra terdapat di bumi bagian utara, yaitu di kutub utara yang memiliki curah hujan yang rendah. Oleh karena itu, hutan tidak dapat berkembang di daerah ini. Pada musim dingin, air dalam tanah dingin dan membeku sehingga tumbuhan tidak dapat tumbuh besar. Produsen utama di bioma ini adalah lichenes dan lumut. Binatang yang dapat ditemui di bioma ini, antara lain beruang kutub, reindeer (rusa kutub), serigala, dan burung-burung yang bermigrasi ketika musim-musim tertentu.
Tundra dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu tundra artik dan tundra alpine. Tundra artik terletak di kutub utara dengan kondisi lingkungan menyerupai gurun, tetapi gurun dengan suhu lingkungan yang dingin. Tundra alpine terletak  di ketinggian gunung dimana pepohonan tidak dapat tumbuh.

Savana
Savana merupakan padang rumput yang didominasi oleh rumput dengan semak serta pohon yang terpencar. Savana memiliki curah hujan sekitar 90–150 cm per tahun. Hewan yang hidup di dalamnya, antara lain gajah, kuda, dan zarafah.


Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan merupakan ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem ini tidak terbentuk secara alami, tetapi dibuat oleh manusia untuk diambil manfaatnya. Contoh ekosistem buatan adalah sawah, waduk, tambak, perkebunan kopi, dan hutan tanaman produksi, seperti  jati dan karet.



Daftar Pustaka
Miarsyah  Mike, Ernawati. Ilmu Pengetahuan Alam SMK IX. 2006.Jakarta : Erlangga.