Sabtu, 23 Februari 2013

AYAT-AYAT YANG MENJELASKAN TENTANG DOSA BESAR


Nurlaili

Xi akuntansi 2



AYAT-AYAT YANG MENJELASKAN TENTANG DOSA BESAR


            Ayat-ayat yang mulia menjadi pangkal kebaikan bagi masing-masing individu umat Islam sepanjang hari-hari yang ia lewati. Karena ayat-ayat tadi memberikan batasan-batasan dan ranjau-ranjau yang harus diperhatikan oleh individu Muslim saat ia melakukan pilihan bagi ayunan langkahnya, sehingga ia tidak terjerumus ke dalam pilihan yang bodoh yang tidak berpedoman pada manhaj Allah. Seandainya manusia diciptakan sebagai makhluk "mekanik" tanpa dibekali kemampuan untuk melakukan pilihan pribadi, niscaya manusia akan terbebaskan dari beban untuk menentukan pilihan langkah itu.

           
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat [1234] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh” (Q.S. Al Ahzab : 72)

            jika manusia menjauhkan dirinya dari faktor-faktor yang dapat mendekatkan dirinya dari dosa-dosa besar, niscaya Allah SWT akan memberikan balasan bagi tindakannya itu dengan menganugerahkannya penghapusan dan pengampunan dosa-dosa kecilnya. Seluruh berita tadi memberikan ketenangan bagi jiwa manusia, sehingga ia tidak berputus asa saat ia terlanjur melakukan pilihan yang bodoh dan melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan Allah. 

1.     (Q.S. Yunus ( 10 ) : 13)


“Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa”. (Q.S. Yunus ( 10 ) : 13). 


2.     (Q.S. Az Zukhruf (43) : 74)

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam”. (Q.S. Az Zukhruf (43) : 74).


3.     ( Q.S An Nissa 4 : 31)


“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)”. ( Q.S An Nissa 4 : 31)

           
Penjelasan :
            Pada ayat diatas terdapat beberapa kata, yaitu menjauhi yang berarti tidak mau mendekati, atau tidak mau mendekat-dekat ke situ dan mengelak kalau bertemu. Kedua dosa-dosa besar, ketiga kesalahan-kesalahan tegasnya banyak salah, yang menyebabkan orang yang berbuat menjadi serba-salah dari akibat perbuatannya, baik cepat atau lambat-laun.
            Panjang pembicaraan Ulama tentang dosa. Apakah segala dosa itu besar? Atau adakah dosa yang besar dan dosa yang kecil? Menurut Ibnu Abbas segala pendurhakaan kepada Allah adalah dosa besar. Al-Baqillani dan al-Asfaraini dan Imam al-Haramain, pun sependapat dengan faham Ibnu Abbas itu. Kaum al-Mu'tazilah dan al-Asy'ari menyatakan bahwa dosa memang ada yang besar dan ada yang kecil.
            Menurut Hadis, memang ada tersebut dosa besar tujuh macam. Bukhari dan Muslim merawikan dari Abu Hurairah tentang As-Sab'ul Mubiqat (Tujuh Dosa Besar). Mempersekutukan yang lain dengan Allah. Membunuh suatu diri (termasuk diri sendiri). Sihir, makan riba, memakan harta anak yatim, meninggalkan medan perang di kala menyerbu musuh, menuduh-nuduh perempuan baik-baik berbuat zina.
            Hadits yang lain menyebut lagi yang lain mendurhakai ibu-bapa, saksi palsu, dan Iain-lain, sehingga berlebih dari tujuh. Agar kita lebih mendekati maksud ayat, sudah sudah nyata bahwa didalam ayat memang nyata ada Kabaa’ir (dosa-dosa besar). Dan didalam ayat ada pula sayyi’aat (kesalahan-kesalahan), yang dimaksud ialah kesalahan-kesalahan kecil. Kita sendiri didalam hidup niscaya juga merasakannya.
            Contoh: ketika kita berjalan seorang diri kemudian melihat seorang perempuan cantik sehingga hati kita menjadi tergiur atau tertarik, mungkin disini belum dosa, akan tetapi jika kita kemudian memandangi lekuk tubuhnya dengan syahwat maka tumbuhlah dosa kecil. Akan tetapi jika kemudian berzina maka tumbuhlah ia menjadi dosa besar.


4.     ( Q.S. An Nissa 4 : 48)



“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. ( Q.S. An Nissa 4 : 48).
Penjelasan :
            Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia sekali-kali tidak akan mengampuni perbuatan syirik yang dilakukan oleh hamba-Nya, kecuali apabila mereka bertobat sebelum mati. Syirik adalah dosa yang paling besar, karena orang musyrik beriktikad dan mempercayai bahwa Allah SWT mempunyai sekutu dan tandingan yang disamakan derajatnya dengan Dia.
           Dalam Alquran disebutkan berulang-ulang dosa syirik ini. Adapun dosa-dosa selain syirik, jika dikehendaki Allah, Dia akan mengampuninya. Tentulah hal itu disesuaikan dengan hikmah kebijaksanaan-Nya dan menurut tata cara Sunah Nya yang berlaku. Misalnya yang berdosa itu benar-benar telah tobat dari dosanya dan mengiringi tobat itu dengan amal-amal saleh.