Sabtu, 23 Februari 2013

STRUKTUR SOSIAL DAN KONFLIK SOSIAL

Standar kompetensi    : Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab konflik dan                                          mobilitas sosial.
Kompetensi Dasar   : - Mendeskripsikan bentuk-bentuk struktur sosial dalam fenomena                                                     kehidupan.
                                               -        Menganalisis faktor penyebab konflik sosial dalam masyarakat.


A.     Definisi Struktur Sosial
Secara harfiah, struktur bisa diartikan sebagai susunan atau bentuk. Struktur tidak harus dalam bentuk fisik, ada pula struktur yang berkaitan dengan sosial. Menurut ilmu sosiologi, struktur sosial adalah tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Susunannya bisa vertikal atau horizontal.
Beberapa contoh susunan sosial yang vertikal diantaranya adanya kelompok berdasarkan orang kaya yang menempati tempat teraras, kelompok menengah menempati posisi kedua, sementara kelompok orang miskin berada di posisi terbawah. Sedangkan contoh untuk susunan sosial yang horizontal antara lain adanya kelompok menurut jenis kelamin, kelompok menurut agama dan kelompok menurut suku.
Sehingga dapat disimpulkan, bahwa kelompok vertikal merupakan kelompok yang peranannya tidak dapat dipisahkan dari status yang tertinggi hingga status yang terendah. Sedangkan kelompok sosial yang memiliki dimensi horizontal adalah kelompok sosial yang dibagi berdasarkan kesamaan karakteristik.
Pengertian struktur sosial menurut pendapat para ahli.
·         Soerjono Soekanto: struktur sosial diartikan sebagai hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan peranan-peranan sosial.
·         E. R. Lanch: cita-cita tentang distribusi kekuasaan diantara individu dan kelompok sosial
·         Raymond Flirth: pergaulan hidup manusia meliputi berbagai tipe kelompok yang terjadi dari banyak orang dan meliputi pula lembaga-lembaga di mana orang banyak tersebut ambil bagian.
·         George Simmel, struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya
·         George C. Homans, struktur sosial merupakan hal yang memiliki hubungan erat dengan perilaku sosial dasar dalam kehidupan sehari-hari.
·         William Kornblum, struktur sosial adalah susunan yang dapat terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku individu.

      Dari definisi tersebut diatas disimpulkan bahwa struktur sosial merupakan tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat, yang di dalamnya terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan yang mengacu pada suatu keteraturan perilaku di dalam masyarakat


B.      Ciri-ciri Struktur Sosial
1. Muncul pada kelompok masyarakat
Struktur sosial hanya bisa muncul pada individu-individu yang memiliki status dan peran. Status dan peranan masing-masing individu hanya bisa terbaca ketika mereka berada dalam suatu sebuah kelompok atau masyarakat.
Pada setiap sistem sosial terdapat macam-macam status dan peran indvidu. Status yang berbeda-beda itu merupakan pencerminan hak dan kewajiban yang berbeda pula. Contoh pada ruang lingkup kehidupan sehari-hari adalah tugas seorang ketua RW berbeda dengan tugas seorang Camat ataupun lurah, dimana masing-masingnya memiliki hak dan kewajiban yang berbeda.
2. Berkaitan erat dengan kebudayaan
Kelompok masyarakat lama kelamaan akan membentuk suatu kebudayaan. Setiap kebudayaan memiliki struktur sosialnya sendiri. Indonesia mempunyai banyak daerah dengan kebudayaan yang beraneka ragam. Hal ini menyebabkan beraneka ragam struktur sosial yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.
Hal-hal yang memengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia adalah sbb: 
a.       Keadaan geografis
Kondisi geografis terdiri dari pulau-pulau yang terpisah. Masyarakatnya kemudian mengembangkan bahasa, perilaku, dan ikatan-ikatan kebudayaan yang berbeda satu sama lain.
b.      Mata pencaharian
Masyarakat Indonesia memiliki mata pencaharian yang beragam, antara lain sebagai petani, nelayan, ataupun sektor industry.
c.       Pembangunan
Pembangunan dapat memengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia. Misalnya pembangunan yang tidak merata antra daerah dapat menciptakan kelompok masyarakat kaya dan miskin.



3. Dapat berubah dan berkembang
      Masyarakat tidak statis karena terdiri dari kumpulan individu. Mereka bisa berubah dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Karenanya, struktur yang dibentuk oleh mereka pun bisa berubah sesuai dengan perkembangan zaman.
     Penghambat perubahan :
a.       kurang intensif hubungan komunikasi dengan masyarakat lain
b.      Perkembangan IPTEK yang lambat
c.       Sifat masyarakat yang sangat tradisional
d.      ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat;
e.      prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru
f.        rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan
g.       pengaruh adat atau kebiasaan

4. Mengatur tata kelakuan dan pola hububgan masyarakat.
      Artinya struktur sosial yang dimiliki suatu masyarakat berfungsi untuk mengatur berbagai bentuk hubungan antarindividu di dalam masyarakat tersebut. Setiap kelompok sosial pasti terdapat suatu aturan ataupun adat istiadat yang harus dipatuhi oleh anggota dari kelompok tersebut, missal : kelompok orang yang beragama pasti ada aturan yang mengikat.

C.      Fungsi Struktur Sosial
     1.       Fungsi Identitas
Struktur sosial berfungsi sebagai penegas identitas yang dimiliki oleh sebuah kelompok. Kelompok yang anggotanya memiliki kesamaan dalam latar belakang ras, sosial, dan budaya akan mengembangkan struktur sosialnya sendiri sebagai pembeda dari kelompok lainnya.
     2.       Fungsi Kontrol
Fungsi ini untuk mengontrol individu yang berada di salam struktur tersebut. Dalam kehidupan bermasyarakat, selalu muncul kecenderungan dalam diri individu untuk melanggar norma, nilai, atau peraturan lain yang berlaku dalam masyarakat. Bila individu tadi mengingat peranan dan status yang dimilikinya dalam struktur sosial, kemungkinan individu tersebut akan mengurungkan niatnya melanggar aturan. Pelanggaran aturan akan berpotensi menibulkan konsekuensi yang pahit.
     3.       Fungsi Pembelajaran
Individu belajar dari struktur sosial yang ada dalam masyarakatnya. Hal ini dimungkinkan mengingat masyarakat merupakan salah satu tempat berinteraksi. Banyak hal yang bisa dipelajari dari sebuah struktur sosial masyarakat, mulai dari sikap, kebiasaan, kepercayaan dan kedisplinan.

D.     Bentuk Struktur Sosial
Bentuk struktur sosial terdiri dari stratifikasi sosial dan diferensiasi sosial. Masing-masing punya ciri tersendiri.
1.       Stratifikasi Sosial
Stratifikasi berasal dari kata strata atau tingkatan. Stratifikasi sosial adalah struktur dalam masyarakat yang membagi masyarakat ke dalam tingkatan-tingkatan. Ukuran yang dipakai bisa kekayaan, pendidikan, keturunan, atau kekuasaan.

Adanya perbedaan dalam jumlah harta, jenjang pendidikan, asal-usul keturunan, dan kekuasaan membuat manusia dapat disusun secara bertingkat. Ada yang berada di atas, ada pula yang menempati posisi terbawah.

Berdasarkan sifatnya, stratifikasi sosial dapat dibagi menjadi 3 :
 §  Stratifikasi Sosial Tertutup › Adalah stratifikasi sosial yang tidak memungkinkan terjadinya perpindahan    posisi (mobilitas sosial). Seseorang yang menjadi anggota dan berada pada lapian terendah tidak bisa naik    ke posisi yang lebih tinggi.
 §  Stratifikasi Sosial terbuka › Adalah stratifikasi yang mengizinkan adanya mobilitas, baik naik ataupun turun.  Biasanya stratifikasi ini tumbuh pada masyarakat modern. Bentuk-bentuk mobilitas sosial : 
a.       Mobilitas Sosial Horizontal
Di sini, perpindahan yang terjadi tidak mengakibatkan berubahnya status dan kedudukan individu yang melakukan mobilitas.
b.       Mobilitas Sosial Vertikal
Mobilitas sosial yang terjadi mengakibatkan terjadinya perubahan status dan kedudukan individu.   Mobilitas sosial vertikal terbagi menjadi 2:
-          Vertikal naik › Status dan kedudukan individu naik setelah terjadinya mobilitas sosial tipe ini.
-          Vertikal turun › Status dan kedudukan individu turun setelah terjadinya mobilitas sosial tipe ini.
c.        Mobilitas antargenerasi
Ini bisa terjadi bila melibatkan dua individu yang berasal dari dua generasi yang berbeda.

 §  Stratifikasi Sosial Campuran › Hal ini bisa terjadi bila stratifikasi sosial terbuka bertemu dengan stratifikasi sosial tertutup. Anggotanya kemudian menjadi anggota dua stratifikasi sekaligus. Ia harus menyesuaikan diri terhadap dua stratifikasi yang ia anut.

Menurut dasar ukurannya, stratifikasi sosial dibagi menjadi :
      a.       Dasar ekonomi
Berdasarkan status ekonomi yang dimilikinya, masyarakat dibagi menjadi:
§  Golongan Atas › Termasuk golongan ini adalah orang-orang kaya, pengusaha, penguasan atau orang yang memiliki penghasilan besar.
§  Golongan Menengah › Terdiri dari pegawai kantor, petani pemilik lahan dan pedagang.
§  Golongan Bawah › Terdiri dari buruh tani dan budak.
      b.      Dasar pendidikan
Orang yang berpendidikan rendah menempati posisi terendah, berturut-turut hingga orang yang memiliki pendidikan tinggi.
      c.       Dasar kekuasaan
Stratifikasi jenis ini berhubungan erat dengan wewenang atau kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang. Semakin besar wewenang atau kekuasaan seseorang, semakin tinggi strata sosialnya. Penggolongan yang paling jelas tentang stratifikasi sosial berdasarkan kekuasaan terlihat dalam dunia politik.


Fungsi Stratifikasi Sosial :
a.       Alat untuk mencapai tujuan.
b.      Mengatur dan mengawasi interasksi antar anggota dalam sebuah sistem stratifikasi.
c.       Stratifikasi sosial mempunyai fungsi pemersatu.
d.      Mengkategorikan manusia dalam stratum yang berbeda.

Dampak adanya stratifikasi sosial :
      a.       Dampak Positif
Orang yang berada pada lapisan terbawah akan termotivasi dan terpacu semangatnya untuk bisa meningkatkan kualitas dirinya, kemudian mengadakan mobilitas sosial ke tingkatan yang lebih tinggi.
      b.      Dampak Negatif
Dapat menimbulkan kesenjangan sosial


2.       Diferensiasi Sosial
Menurut Soerjono Soekanto, diferensiasi sosial adalah penggolongan masyarakat atas perbedaan-perbedaan tertentu yang biasanya sama atau sejajar. Jenis diferensiasi antara lain :
      a.       Diferensiasi ras
Ras adalah su8atu kelompok manusia dengan ciri-ciri fisik bawaan yang sama. Secara umum, manusia dapat dibagi menjadi 3 kelompok ras, yaitu Ras Mongoloid, Negroid, dan Kaukasoid. Orang Indonesia termasuk dalam ras Mongoloid.
      b.      Diferensiasi suku bangsa
Suku bangsa adalah kategori yang lebih kecil dari ras. Indonesia termasuk negara dengan aneka ragam suku bangsa yang tersebar dari Pulau Sumatera hingga papua.




      c.       Diferensiasi klen
Klen merupakan kesatuan keturunan, kepercayaan, dan tradisi. Dalam masyarakat Indonesia terdapat 2 bentuk klen utama, yaitu:
§  Klen atas dasar garis keturunan ibu (matrilineal)
Contohnya yang terdapat pada masyarakat Minangkabau.
§  Klen atas dasar garis keturunan ayah (patrilineal)
Contohnya yang terdapat pada masyarakat Batak.
      d.      Diferensiasi agama
Di Indonesia kita mengenal agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghuchu, dan kepercayaan lainnya.
      e.      Diferensiasi profesi
Masyarakat biasanya dikelompokkan atas dasar jenis pekerjaannya.
      f.        Diferensiasi jenis kelamin
Berdasarkan jenis kelamin, masyarakat dibagi atas laki-laki dan perempuan yang memiliki derajat yang sama.

E.       Konflik Sosial
 Konflik sosial adalah ketidaksamaan persepsi, pandangan, perspektif antara satu pihak dengan pihak lainnya yang kemudian masing-masing pihak berusaha membenarkan pendapatnya dengan cara menyingkirkan lawannya.



Sumber konflik:
1.      Perbedaan kepentingan › setiap orang dan kelompok memiliki kepentingan sendiri dan kepentingan yang berbeda untuk mencapai hal-hal tertentu, hal ini dapat menyebabkan terjadinya konflik.
2.     Perbedaan individual › setiap orang memiliki komitmen, pendapat dan pendirian yang berbeda yang dapat menyebabkan konflik.
3.   Perbedaan kebudayaan › berbeda suku juga berbeda adat, beda kebiasaan dan tradisi yang bisa saja mengganggu suku atau budaya lain yang tidak dapat menerima suatu budaya tertentu.
4.      Perubahan sosial  › setiap masa atau zaman akan berganti dan dapat merubah suatu kebiasaan atau nilai-nilai tertentu yang dapat menyebabkan terjadinya konflik antar generasi.




Macam-macam konflik
1.       Individu atau kelompok  (berdasarkan pelakunya perorangan atau kelompok)
2.       Horizontal atau vertical (berdasarkan status pihak-pihak yang terlibat, sejajar atau bertingkat)
3.  Konflik Antaretnis (berdasarkan perbeaan adat istiadat dan budaya yang berbeda, terkadang pendangan etnis tertentu terhadap etnis lainnya saling bertolak belakang yang dapat mengundang konflik).
4.      Konflik Antarnegara (terjadi apabila muncul dominasi suatu Negara atas Negara lainnya)

                Dampak Konflik
1.    Meningkatkan Solidartas kelompok › konflik yang terjadi biasanya membuat suatu kelompok untuk terus bertahan sehingga menciptakan situasi yang kondusif untuk mencapai tujuan yang sama untuk bersama.
2.  Menciptakan Integrasi yang Harmonis › integrasi atau pembauran (penggabungan) yang terjadi setelah konflik berlalu.
3.   Memperkuat Identitas Pihak yang Berkonflik › dengan adanya konflik, pihak-pihak yang terlibat semakin memahami identitasnya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota dari sebuah kelompok.
4.  Menciptakan Kelompok Baru › dengan adanya konflik yang terjadi dapat menciptakan suatu kelompok baru yang berkeinginan atau bertujuan keluar dari konflik ataupun bertahan yang mana kelompok ini tercipta karena adanya tekanan dari konflik itu sendiri.
5.     Membuka Wawasan › konflik juga bisa membuka wawasan kedua belah pihak yang bertikai.
6.     Retaknya hubungan antar individu atau antar kelompok.
7.   Perubahan kepribadian › hal ini dapat terjadi jika adanya tekanan yang membuat seseorang atau pihak yang dilanda konflik mengalami penyimpangan atau perubahan kepribadian.
8.    Dapat menghancurkan harta benda dan jatuhnya korban manusia.
9. Jika kekuatan pihak-pihak yang bertentangan seimbang, maka dapat dicapai akomodasi. Akan tetapi, jika tidak seimbang, mengakibatkan terjadinya dominasi salah satu kelompok terhadap kelompok lainnya.


                Pengendalian Konflik
        Jika dilihat dari keberadaan pihak ketiga sebagai penengah, ada tiga macam bentuk pengendalian konflik sosial, yaitu sebagai sebagai berikut :
1.       Konsiliasi › di dalam bentuk pengendalian ini, konflik dikendalikan melalui sebuah lembaga.
Berikut ini adalah ciri-ciri  lembaga tersebut :
-          Diakui oleh kedua belah pihak,
-          Keputusannya bersifat mengikat dan memaksa pihak-pihak yang berkonflik.
-          Bersih dan berwibawa.
2.    Mediasi › dalam mediasi ini pihak yang berkonflik tidak harus melaksanakan apa yang dikatakan oleh sang mediator, yang mana mediator hanya memberikan saran untuk menyelesaikan konflik tersebut.
3.  Arbitrasi › pengendalian ini memiliki pihak ketiga sebagai penengah yang keputusannya harus dipatuhi oleh pihak yang berkonflik.




        Berdasarkan yang berinisiatif menyelenggarakan upaya pengendalian konflik, pengendalian konflik  terdiri dari :
1.    Paksaan › pihak yang kuat yang memaksa pihak yang lemah untuk mengakhiri konflik.
2.   Sukarela › adanya kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan upaya perdamaian yang disepakati oleh kedua puhak yang berkonflik.


DAFTAR PUSTAKA
Sunarto, Kamanto. 2000. Pengantar Sosiologi: Edisi kedua. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Soerjono, Soekanto. 2007. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Horton B. Paul dan Hunt L. Chester. 1996. Sosiologi. Jakarta: ERLANGGA.
http//www.google.com
http//www.wikipediaIndonesia.com
S. Alam, Henry Hidayat. 2006. Ilmu Pengetahuan Sosial SMK XI. Jakarta : ERLANGGA.
Horton B. Paul dan Hunt L. Chester. 1996. Sosiologi. Jakarta: ERLANGGA.

http//www.google.com
http//www.wikipediaIndonesia.com
S. Alam, Henry Hidayat. 2006. Ilmu Pengetahuan Sosial SMK XI. Jakarta : ERLANGGA.